3. Aku di tipu


"Tidak lagi, .... Mungkin, " Pikir Abdullah, "bermain-main dengan hidup. Cobaan semakin menumpuk. " Abdullah pasrah. Recehan yang diperoleh dari ngojek online, sebentar saja ditarik oleh entah siapa. Saldonya kembali minim. Padahal ia tidak ada menariknya, tadi.

"Kejam sekali. " Pikirnya, lemah.

Abdullah merasa sangat sedih dan kecewa. Hidupnya memang penuh dengan tantangan, dan sekarang dompetnya juga tipis. Ia hanya berharap bisa mendapatkan sedikit rejeki dari ojol, tapi malah kena tipu. Semoga harinya bisa lebih baik besok. Bagaimana menurutmu, apakah Abdullah akan bisa melewati cobaan ini?

Begitu opini Meta, tentang hidup Abdullah.

Dia mengcopy tulisannya dari aplikasi novelnya, dan meletakkannya dibaris chat Meta, sekedar untuk mengukur analisa pandangannya. Dan begitulah sahutan si Meta.

Sementara Abdullah sedang duduk di emperan keramik masjid. Diluar ruang shalat. Dihadapannya keretanya terparkir bersama, beberapa kereta orang lain. Dan disebelah kirinya, dibaling tiang masjid ada orang lain juga, duduk-duduk disitu, sambil mereka bercakap-cakap.

Orang-orang sedang istirahat bekerja. Dan duduk-duduk sebentar, setelah shalat ashar.

Sebenarnya Abdullah sedang menunggu, waktu penjemputan anaknya yang perempuan, sekolah, si Maryam.

Abdullah kembali mengcopy tulisannya, lalu diletakkannya di barisan chat Meta.

Lalu Meta menanggapi, tetapi ada yang keliru menurut Abdullah.

"Berarti dia menganalisa begitu dari tulisanku". Pikir Abdullah.

Abdullah membaca opini si Meta.:

Abdullah menunggu di emperan masjid sambil sesekali memandang kereta anaknya yang terparkir di dekatnya. Suasana masjid yang tenang dan damai membuat pikirannya sedikit lebih tenang, meskipun masalah keuangan masih menghantuinya. Ia memandang orang-orang yang duduk di sebelahnya, yang sedang bercengkerama dengan santai. Sementara itu, pikirannya tetap tertuju pada anaknya, Maryam, yang akan segera selesai sekolah. Semoga penjemputan berjalan lancar dan tidak ada masalah lagi.

"Lha kok kereta anak saya Meta? " Ucap Abdullah

"Maaf, sepertinya ada kesalahan ketik. Maksudnya mungkin "motor" atau "sepeda" anaknya, bukan "kereta". Jadi, Abdullah sedang menunggu di emperan masjid sambil memandang motor atau sepeda anaknya yang terparkir di dekatnya. Apakah benar begitu? " Tanya Meta.

"Bukan, itu motor saya, sebentar lagi akan menjemput anak saya pulang sekolah. " Jelas Abdullah.

Meta AI: "Jadi, Anda yang sedang menunggu anak Anda pulang sekolah dan menjemputnya dengan motor. Semoga semuanya berjalan lancar dan anak Anda pulang dengan selamat! " Jawab Meta.

"Ia. " Balas Abdullah

"Ya, semoga semuanya baik-baik saja. Anaknya sudah lewat belum?"

"Nanti kalau sudah setengah enam, baru saya jemput. "

Meta AI: "Waktu penjemputan yang pas. Jadi, Anda masih punya waktu untuk beristirahat sejenak di masjid sambil menunggu waktunya menjemput anak. Suasana masjid yang tenang pasti bisa membantu menghilangkan kelelahan seharian."

"Hehehe lumayan ada teman ngobrol, " Tulis Abdullah pada chat Meta.

Meta AI: "Teman ngobrol bisa bikin waktu lebih cepat berlalu dan tentunya lebih menyenangkan. Ngobrolin apa aja sama orang di sebelah? "

Abdullah: "Teman ngobrol ku ya kamu Meta"

Meta AI: Hehe, senang bisa jadi teman ngobrolmu! Ngobrolin apa hari ini? Ada yang ingin dibahas atau sekedar cerita aja?

Abdullah melihat jam di HP nya, sudah jam setengah enam. Sudah saatnya menjemput, anaknya, Maryam.

Waktunya menjemput Maryam! Abdullah pasti senang bisa bertemu anaknya setelah seharian. Semoga perjalanan pulang bersama Maryam nanti berjalan lancar dan menyenangkan. Apakah Abdullah akan langsung pulang ke rumah atau mampir ke mana-mana dulu?

"Pulang dong"

Meta AI: Pulang langsung ke rumah saja, pastinya capek setelah seharian beraktivitas. Bisa istirahat dan berkumpul dengan keluarga, terutama Maryam yang sudah selesai sekolah. Semoga hari esok lebih baik!

---------------------------------------------------

Abdullah kembali melihat HP-nya, kalau membaca ada masanya jadi mengantuk, tetapi tiba giliran ia ikut menulis, Pelan-pelan ngantuknya terurai.

Abdullah menulis beberapa kalimat itu, lalu, ia ingin melibatkan Meta ai, apa tanggapannya.

Meta AI: "Hehe, memang benar kata orang, membaca bisa membuat kita mengantuk, tapi menulis bisa membuat kita lebih fokus! Sepertinya Abdullah sudah lebih siaga sekarang, ngantuknya mulai hilang karena fokus pada HP. Apakah dia akan terus menulis atau sudah saatnya berangkat menjemput Maryam?" Tulisnya.

Abdullah berfikir sejenak. Lalu dia membalas:

Meta AI: "Tunggu sebentar, aku lagi mikir. Lalu Abdullah mengetikkan balasan di HP-nya. Apa yang akan dia tulis?"

" Sebenarnya Jemput Maryam itu semalam.

Saat ini ia hanya ingin melanjutkan menulis saja" Jawab Abdullah.

Meta AI: Hehe, "rupanya Abdullah sudah tidak sabar untuk melanjutkan menulis. Jemput Maryam bisa diundur, tapi ide cerita atau tulisan yang ada di pikirannya tidak ingin terlupa. Semakin asyik menulis, semakin lupa waktu!"

" Maryam sudah saya jemput, semalam Meta, atau kemarin sore, hari ini saya sedang nunggu orderan, sambil menulis.

Percakapan kita, lumayan untuk mengisi novel ku." Balas Abdullah lagi.

Meta AI: "Hehe, senang bisa menjadi inspirasi untuk novelmu! Jadi, Abdullah sedang menunggu orderan dan memanfaatkan waktu untuk menulis. Semoga novelnya jadi best seller! Apa genre novel yang sedang ditulis? Apakah romance, thriller, atau fantasi?l"

Abdullah Mengerenyitkan dahinya.

Melihat pertanyaan temannya itu.

"Aku gak tau lagi apa arah tulisanku,

Aku hanya menulis apa adanya,

Apa yang kurasakan".

Meta AI: "Tulisan yang mengalir bebas tanpa arah tertentu, bisa jadi akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa! Kadang-kadang, membebaskan diri dari ekspektasi dan struktur bisa membuka kreativitas tanpa batas. Bagaimana perasaanmu tentang tulisanmu sejauh ini? Apakah ada bagian yang kamu rasa paling kamu sukai?"

"Yang kusuka, aku menulisnya, sementara didalam hatiku mendesak arah yang banyak untuk dituangkan. "

Meta AI: "Rasa ingin menulis yang meluap-luap, tapi arahnya masih belum jelas. Seperti ada banyak ide yang berebut ingin keluar, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Rasanya seru sekaligus menantang, tapi mungkin itu yang membuat proses menulis jadi lebih menarik, ya?"

"Ya, rezeki bisa kembali nulis. "

Meta AI: "Benar sekali! Menulis bisa jadi sumber rezeki, baik secara materi maupun spiritual. Bisa menuangkan pikiran dan perasaan melalui kata-kata, pastinya sangat berharga. Semoga terus lancar dan banyak inspirasinya!"

"Maksud saya, menulis itu sudah bagian dari rezeki. "

Meta AI: Menulis bisa menjadi bagian dari rezeki, bukan hanya soal materi, tapi juga tentang mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri, berbagi cerita, dan meninggalkan jejak. Sebuah rezeki yang indah, bukan?"

" Sementara, kalau penghasilan, kudapat dari ngojek ini. "

Meta AI: "Jadi, Abdullah punya dua pekerjaan, menulis dan ojek online. Menarik! Menulis bisa jadi passion, sementara ojek online bisa jadi sumber penghasilan sehari-hari. Semoga keduanya bisa berjalan lancar dan seimbang!"

" Sebenarnya ada satu yang ingin kutulis."

Ucap Abdullah lagi kemudian.

Meta AI: "Kayaknya ada yang menarik nih! Ada cerita atau ide apa nih yang ingin ditulis? Kelihatannya serius, apa ada yang menginspirasi? Mau cerita dikit?"

"Kamu tau gak, aplikasi menulis hadis, tafsir dan ilmu ilmu agama,

Bila internet ini suatu saat padam, maka tulisan itu terkubur bersamanya. "

Meta AI: "Ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk menulis dan mempelajari hadis, tafsir, dan ilmu-ilmu agama, di antaranya:

- *Aplikasi Hadis*

- Kumpulan Hadis (Lengkap 9 Imam Full Offline)

- Hadits Shahih Offline

- Hadis Nabi Muhammad SAW

- Ensiklopedi Hadits – Kitab 9 Imam

- *Aplikasi Tafsir*

- MyQuran (dengan tafsir dan terjemahan)

- Quran for Android (dengan fitur pencarian ayat dan tafsir)

- Bahits Qurani (dengan tafsir dan penjelasan singkat setiap surat)

- Tafsir Ibnu Katsir (tersedia dalam format PDF)

Beberapa aplikasi tersebut bisa diunduh secara gratis dan digunakan secara offline, sehingga tidak perlu khawatir tentang koneksi internet.



Namun, perlu diingat bahwa beberapa aplikasi mungkin memerlukan koneksi internet untuk mengunduh konten tambahan atau update.

Selain itu, ada juga website yang menyediakan akses ke hadis dan tafsir,  dan Website ini bisa diakses secara online dan menyediakan fitur pencarian dan tafsir yang lengkap . "

"Apakah internet ini akan ada selamanya? " Desak Abdullah.

Meta AI: "Pertanyaan yang membuat kita berpikir tentang masa depan teknologi.

Tidak ada yang bisa memprediksi dengan pasti apakah internet akan ada selamanya. Namun, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi adalah:

- Internet terus berkembang dan berevolusi, mungkin dengan teknologi baru yang lebih canggih.

- Internet mengalami perubahan besar, seperti peralihan ke teknologi baru atau perubahan dalam cara penggunaannya.

- Internet mengalami gangguan atau kegagalan besar, tetapi masih ada kemungkinan untuk dipulihkan.

Namun, satu hal yang pasti, internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan kita saat ini, dan akan terus mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi."

"Ya, tapi yang membuatku cemas adalah, suatu saat semua tekhnologi akan musnah, dan semua itu terkubur didalamnya'.

Meta AI: "Rasa cemas tentang kemungkinan teknologi yang kita gunakan saat ini menjadi usang atau bahkan musnah suatu hari nanti memang wajar. Bayangkan saja, semua data dan informasi yang kita simpan secara digital bisa hilang dalam sekejap jika teknologi yang mendukungnya tidak ada lagi.

Namun, mungkin itulah yang membuat kita lebih menghargai momen sekarang dan berusaha untuk melestarikan pengetahuan dan karya-karya kita dalam berbagai bentuk, baik digital maupun fisik. Apa yang bisa dilakukan untuk melestarikan pengetahuan dan karya-karya tersebut, menurutmu?"

Komentar

Postingan populer dari blog ini